Pengalaman Mengikuti Pelatihan Menulis di IPM Daerah Makassar
Menulis kedengarannya seperti kegiatan sederhana tinggal menyiapkan buku, pena, atau laptop, lalu menuangkan kata demi kata.Ternyata menulis tidak semudah itu.
Hal itulah yang saya rasakan ketika mengikuti pelatihan menulis pada program IPM Daerah Kota Makassar yang bertajuk WORDWAVE; "Mengubah dengan kata, membangun dengan kreativitas."
Penyelenggara dan Peserta
Sebenarnya saya bukan peserta murni karena saya adalah bagian dari penyelenggara acara, tetapi saya tetap mengikuti pelatihan itu sebagai peserta. Kapan lagi dapat ilmu yang bermanfaat, gratis pula. Iya kan?
Saya pikir setelah mengikuti pelatihan ini, saya bisa menulis dengan baik dan benar, syukur-syukur bisa dilabeli penulis, wakawakawaka...
Mengubah Emosi Menjadi Tulisan
Sesuai permintaan teman-teman di panitia tentang bagaimana mengungkapkan perasaan melalui tulisan, maka pemateri memberi judul presentasinya dengan "Mengubah Emosi Menjadi Tulisan."
Keren juga nih judul, semacam kita curhat, tapi kayak tidak curhat.
Eh, gimana sih...
Yah begitulah.
Mari kita ikuti dengan baik saja, yah.
Di sesi kedua, setelah pemateri, bunda Mardawiah menjelaskan berbagai jenis emosi, kami diminta membuat paragraf pendek tentang perasaan yang sedang dirasakan saat itu juga.
Dimulai dari rasa jengkel, lalu rasa sedih, rasa marah, dsb.
Saya pikir, gampanglah itu. ternyata tidak semudah itu.
Namun, bunda memberi tips, yaitu kalau menulis, jangan dibaca dahulu, tulis saja terus lalu berhenti. Tuliskan semua perasaannya lalu berhenti kemudian baca lagi dan jika menemukan kata yang dirasa kurang pas, barulah diedit.
Dari Pelatihan ke Keberanian Baru
Di akhir sesi, pemateri berkata bahwa menulis bukan hanya tentang menghasilkan karya, tetapi tentang melatih pikiran agar lebih teratur dan jujur. Pelatihan itu membuat saya menyadari bahwa menulis adalah tempat terbaik untuk mencurahkan isi hati sekaligus menumbuhkan kepercayaan diri.
Semoga saya istiqamah untuk terus menulis.
Doakan yah.

Komentar
Posting Komentar